Saturday, 16 December, 2017
Info terkini
Home » Dunia » “Ngabaraga”
“Ngabaraga”
Braga

“Ngabaraga”

Menyusuri jalan Braga di kota Bandung, Jawa Barat, bagai ziarah ke masa pemerintahan kolonial Belanda. Jalan yang namanya mirip dengan nama kota di utara Portugal itu merupakan daerah konservasi budaya.

Menurut “Kuncen Bandung” almarhum Haryoto Kunto, kata Braga berasal dari bahasa Sunda “Ngabaraga” yang artinya bergaya, nampang, atau mejeng.

Braga waktu itu memang menjadi the place to see and to be seen. Ruas jalan yang tak terlalu panjang itu, tempo doeloe, menjadi tempat rendezvous sambil jalan-jalan dan belanja. Sebab kala itu di kota Bandung, Jalan Bragalah satu-satunya tempat shopping paling bergengsi.

Dari peninggalan-peninggalan sejarah yang masih ada, kita bisa tahu bahwa di jalan Braga pernah dibangun gedung-gedung berarsitektur art deco, seperti gedung Bank Dennis, gedung toko Onderling Belang, di sebrang jalan gedung bioskop Majestic, dan viaduct; karena lalu lintas dari Landraadweg (mungkin sekarang jalan Pengadilan?) selalu dipenuhi delman (kretek) yang menanti kereta api lewat dari Setasion Bandoeng atau kereta api dari arah timur.

Kemudian viaduct itu menghubungkan jalan Parapatan Pompa (sekarang jalan Suniaraja) dengan jalan Braga. Dulu jalan di jalan Braga ini buntu, namanya Gang Effendi. Lalu jalan di samping penjara Banceuy, yang sebelumnya adalah jalan kampung, dibikin tembus sampai ke jalan Braga di jalan Naripan.

About YPDM Pasundan

“YPDM Pasundan, bertindak sebagai Administrator untuk situs resmi akmi ini, team publisher terdiri dari beberapa kontributor artikel.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*